Senyum yang ku tak tau, menyelamatkanku
Di depan mata, ku melihat apa yang kuinginkan. Tujuan yang diharap dengan segenap rasa senang yang tak terbendung pun hadir mendampingiku. Selangkah lagi ku mendapatkannya.
Hahaha.....
Itulah hayalku saat suasana menekan akan hidup yang ingin kusudahi. Hanya dada yang kupegang tuk menahan dari segala tekanan yang datang merenggut tenang.
Saat ini ku berada pada fase dimana hinanya diri, hancurnya diri memelukku. Mau bagaimanapun fase ini sedang hadir dalam perjalanan hidupku, apa yang harus dilaku pun aku bingung.
Ku hanya bisa menerima peluknya yang terus menekan sampai sesak akan dada yang terus ku pegang. Karena ku sadar bahwa damai akan dirasa saat semuanya diterima dengan lapang.
Kusudahi ratapan ini dengan melihat senyummu yang ku tak tau. Dan Berhenti sudah sesak yang mendesak sepanjang fase itu.

Komentar
Posting Komentar