Hilang Arah yang Sempat Merapuh
Sebelumnya saya belum tahu dari apa yang saya keluhkan. Saya sempat bingung, dari apa yang saya bingungkan.
Hal ini seringkali saya alami, dan saya sempat menemukan kenapa seperti itu. Yaitu ketika mulai melangkah dan disanalah saya tak tau harus melangkah kemana karena ada faktor batin yang menghalangi.
Faktor batin, dimana saya merasa lelah akan hidup yang hendak ingin disudahi. Sungguh, memang merana saat pada fase itu, karena alam sadar yang sedang tidur dan tak mau membantu.
Banyak pertimbangan terhadap wacana, karena terus banyak pertimbangan maka hanya akan terus seperti itu, sebatas wacana dalam melangkah, bukan mulai melangkah.
Apalagi setelah tahu ada ranjang di depan mata yang terus menggoda, dan memang tak kuat ditahan sampai ujung-ujungnya rebahan adalah hal terakhir yang dilakukan.
Peristiwa tersebut sampai menjadi siklus yang menjadi momok akan perjalanan hidup saya. Terus terang, dari berbagai rencana dan solusi yang di laku, tak ada satupun yang berhasil.
Hanya meratapi dari setiap penyesalan yang telah dilaku dan tak sempat diraih hari-hariku dipenuhinya, malangkah diri ini?
Tentu hal demikian merupakan tindakan orang yang tak tau arah hidupnya kemana, untuk itu hal yang pertama harus dilakukan adalah mengetahui dari arah hidupmu, akan melaju kemana langkah yang selama ini kau tapaki?
Perbaiki alam fikirmu, maka arah hidupmu akan kau temukan saat kau melihat kaki yang mula terdiam sampai engkau akan melangkah, kemudian lihatlah jalan yang kau tempuh dengan tatapan yang serius, yang akan menentukan hidupmu setelah perjalanan.
Tegaplah terus!, bahkan sampai kmu harus memegang lutut pun keyakinan tak akan membuatmu merasa lelah.
Mengeluh boleh, namun melangkah mundur adalah hal yang sangat tidak benar bagi seorang pejuang.


Komentar
Posting Komentar