Tolong Dengar Saja!


Sabtu, 21 Oktober 2022

Sore ini aku berpikir bahwa esok hari adalah hari yang akan mejadikanku sebagai manusia seutuhnya. ya, manusia yang mampu menggunakan otaknya dengan bijak dan cerdas. Tapi setelah dipikir lagi dengan peristiwa kemarin, mustahil aku menjadi manusia seutuhnya jika hanya mengandalkan emosi dan rasa malasku terhadap segalanya, terutama malas untuk mencari tahu. 

Mungkin aku iri terhadap teman-temanku, mereka sudah punya wacana hidup kedepannya dengan anggun dan bijak. Melanjutkan pendidikannya, mempunyai bisnis yang bakal cukup untuk mengidupi orang sekampung, mempunyai pasangan yang akan dinikahinya, sedang aku hanya terus mengeluh dengan kondisi hidup yang seperti ini saja. 

Hidup yang dipenuhi dengan rasa waswas akan kegagalan, dan mencoba berusahapun trauma akan hasil yang selalu gagal dan berdampak rugi pada diri. terus mengeluh dan mungkin stres, sampai masalah yang kecilpun bisa saja menjadi besar karena pola pikirku yang sangat kerdil. 

ya, inilah aku yang sementara ini hanya mengandalkan harapan dan doa kepada Tuhan, agar kehidupanku menjadi mapan dan layak. Agar aku tidak menjadi bodoh dan jahil, sebab yang kurasa dan yang aku tak bisa karena aku gagap dalam interaksi dengan orang-orang, perkataan yang tidak beraturan menjadikan salah paham terhadapku, bahkan hal itu menjadi sasaran empuk seseorang untuk membully-ku. 

Aku yang bodoh karena tak mau menghadapi dan tak berani mengakui bahwa itu adalah kelemahan dan masalahku. Selalu mencari alasan agar pengakuan seseorang menghampiriku. dan itu menjadi bumerang buatku, disaat stress menguasai kepala. 

Tolong dengarkan saja, aku hanya berbicara lewat kata yang orang pun takkan sudi membacanya

Komentar

Postingan Populer