Pikirmu Santai




Melihat langit, sore ini masih mendung walau hujan sudah berhenti. Sepertinya tak ada dukungan dari katak, karna dia terus memanggilnya agar turun membasahi jalan yang kutapaki.

Lelah memang kudapat, basah pun ku luluri pada bagian tubuh yang rawan akan rasa dingin karena trauma. 

Namun semua itu hanya demi amanah, yang kudapati dari seseorang yang ditakuti. Laku lampah kita pun senantiasa penuh dengan kehati-hatian, karena tak mau kena marah.

Hasil yang kuterima sangat menyesakkan, cibiran atasan sangat nyelekit. Lalu kenapa saya masih bekerja untuknya, sedang sayapun tak senang dengan segala perilaku atasan atas kinerjaku. 

Semua ini karena uang, dan kebutuhan logistik hidup yang sangat seret, sukar didapat. Saya membayangkan, ada tas besar di depan saya yang isinya lembaran merah memenuhi tas tersebut. 

Tapi hidup tak semudah itu kawan, boleh saja berkhayal namun jangan termakan olehnya sampai-sampai kau tak bisa berfikir dan mati langkah dalam usahamu. 

Perihal menaklukan hidup, hanya pola pikirmu yang akan menyelamatkan dari gempuran masalah yang akan kau hadapi. 

Mau seberapa besar usahamu jika pola pikir dan mentalmu tak beraturan, maka kau akan terus terjatuh pada ranjau yang sama. 

Kusudahi saja ocehan ini. Ocehan karena mencari alasan dan tak mau disalahkan atas apa yang dilakukan. 

Bacot!!!







Komentar

Postingan Populer