Membangunkan Diam






"Saat dirimu lelah, maka wajarlah kamu beristirahat. Namun jika lelahmu karena istirahat, maka kewajaran tidak akan kamu dapat" 

Terbangun dari tidur membuatku kaget , karena hari ini ada hal yang harus ku urus. Dimana, sesuatu yang menentukan lancarnya hidup atau tidaknya dimasa yang akan datang.

Sudah ku kasih tenang, namun masih enggan hilang dalam pikirku. Sampai, yang seharusnya bangun dan bergerak, malah hanya diam dan kaku yang dilaku saat itu.

Tentu lama menunggu reda dari bingung yang dilalui. Sempat hendak bangun, namun raga tak mendukung karena masih di alam pikir yang menekan.

Tak sengaja, aku mendengar bunyi yang membuatku heran di samping halaman rumah. Semakin lama, ku fokuskan pendengaranku ke arah sumber suara tersebut, ternyata setelah ku hampiri aku melihat seekor induk burung yang tersangkut pada ring pagar, dan di mulutnya ada santapam untuk anak-anaknya.

Tak sadar, hanya diam dan melamun yang kulaku saat itu, melihat induk burung yang sedang susah payah mengeluarkan dirinya dari ring pagar itu. Sampai sayap kirinya berdarah saat mengeluarkan dirinya.

Kupikir hanya manusia saja yang mengalami susah payah dan berkorban, tak memperdulikan dirinya untuk mencapai sesuatu karna ada hal yang harus dia jaga dan perjuangkan.

Sungguh, aku sangat malu setelah melihat induk burung tadi, aku merasa seperti orang idiot yang hanya memikirkan nasib hidup yang terus ku renungi dan ku keluhkan.

Dari peristiwa itu, sudah kudapati apa yang harus kulaku. Dimana berjalan dengan tegap merupakan langkah awal untuk menggapainya. Dan kuteruskan berjalan tersebut dengan penuh semangat.



Komentar

Postingan Populer